
MINAHASA — Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., M.AP., menegaskan arah kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam memperkuat ekosistem seni dan kebudayaan daerah. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pembukaan sekaligus keterlibatan langsung Vanda sebagai pemateri dalam Lokakarya Kesenian, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa di Azana Essence Villa Agape Manado itu menjadi ruang strategis untuk memperkuat wawasan, mempertemukan gagasan, serta membangun kolaborasi antara pemerintah daerah dengan para pelaku seni dan budaya.
Kehadiran langsung Wakil Bupati dalam forum tersebut sekaligus menempatkan isu kebudayaan sebagai bagian dari ruang pembangunan daerah yang membutuhkan perhatian, pembinaan, regenerasi, dan keberlanjutan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa, kesenian tidak semata-mata dipandang sebagai ekspresi kreativitas masyarakat, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan identitas, karakter, dan kekayaan budaya daerah yang perlu dipelihara lintas generasi.
Vanda menegaskan, keberlangsungan seni dan budaya Minahasa tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah. Diperlukan keterlibatan aktif para pelaku seni, sanggar, maestro, budayawan serta seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari ekosistem kebudayaan daerah.
“Kegiatan ini sangat bagus karena pentingnya peran pelaku seni, sanggar, maestro, dan budayawan dalam menjaga serta melestarikan kekayaan budaya Minahasa,” ujar Vanda.
Menurut Vanda, perubahan zaman menghadirkan tantangan tersendiri bagi keberlangsungan kesenian daerah. Karena itu, diperlukan ruang yang mampu mempertemukan pemerintah dengan komunitas seni untuk membangun perspektif bersama sekaligus melahirkan gagasan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Dalam kerangka tersebut, lokakarya menjadi ruang konsolidasi kebudayaan, tempat pengalaman, pengetahuan, kreativitas dan gagasan para pelaku seni dapat bertemu dengan arah kebijakan pemerintah daerah.
Vanda berharap forum tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi wadah dialog dan pertukaran gagasan yang memberikan ruang lebih luas bagi pengembangan kesenian Minahasa.
“Harapannya kegiatan ini juga dapat menjadi wadah bertukar gagasan karena kesenian daerah merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Minahasa yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda,” harapnya.
Penekanan terhadap generasi muda menjadi bagian penting dalam agenda pelestarian tersebut. Menurut Vanda, warisan budaya tidak cukup hanya dipertahankan sebagai catatan sejarah atau dokumentasi, tetapi harus terus dihidupkan melalui proses regenerasi, kreativitas dan ruang ekspresi yang memungkinkan generasi muda mengenal sekaligus mengembangkan kesenian daerah.
Di titik ini, keberadaan sanggar, grup kesenian, maestro dan budayawan memiliki posisi penting. Mereka menjadi bagian dari mata rantai pewarisan pengetahuan dan praktik kebudayaan yang menghubungkan generasi masa lalu, masa kini dan masa depan.
Lokakarya tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya membangun orkestrasi lintas unsur dalam pengembangan kebudayaan. Pemerintah berperan dalam menciptakan ruang dan dukungan, sementara para pelaku seni membawa pengalaman, kreativitas dan pengetahuan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Dengan pola kolaboratif tersebut, pengembangan kesenian diharapkan dapat bergerak dari sekadar pelestarian menuju penguatan ekosistem kebudayaan yang lebih berkelanjutan.
Keterlibatan Vanda dalam forum tersebut juga memperkuat pesan bahwa kebudayaan merupakan bagian dari identitas pembangunan daerah. Ketika seni dan budaya diberikan ruang untuk tumbuh, maka identitas masyarakat turut memperoleh ruang untuk bertahan dan berkembang menghadapi perubahan zaman.
Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata diharapkan terus memperluas ruang pembinaan, dialog, pengembangan dan promosi kesenian daerah. Langkah tersebut menjadi penting agar kekayaan budaya Minahasa tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi tetap hidup sebagai bagian dari kehidupan masyarakat dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Lokakarya ini pun menjadi momentum untuk memperkuat arsitektur kebudayaan Minahasa melalui kolaborasi pemerintah, pelaku seni, sanggar, maestro, budayawan dan generasi muda.
Turut hadir Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Frangky Mea, S.E., M.Si., bersama jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa, Pemerhati Budaya dan Kesenian Royke Reuge Kumaat, S.Pd., para pengurus dan anggota sanggar serta grup kesenian di Minahasa, pengurus seni, maestro, budayawan, serta seluruh peserta Lokakarya Kesenian.
(T.M)


