Kepemimpinan Dondokambey–Sarundajang Tegakkan Integritas ASN, Lingkungan Jadi Pilar Tata Kelola Modern

Berita Minahasa

MINAHASA — Pemerintah Kabupaten Minahasa kembali menegaskan arah kebijakan strategisnya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan berwawasan lingkungan melalui apel kerja bakti yang digelar di Lapangan Sam Ratulangi, Tondano, Jumat (27/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Robby Dondokambey dan dihadiri oleh Martina Watok Dondokambey-Lengkong, Vanda Sarundajang, serta Lynda Deisye Watania bersama jajaran asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa.

Dalam kerangka kepemimpinan yang progresif dan berorientasi pada reformasi birokrasi, Bupati Robby menegaskan bahwa kebersihan bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan representasi konkret dari integritas, disiplin, dan etos kerja aparatur sipil negara (ASN).

Ia menempatkan isu kebersihan sebagai indikator kinerja moral sekaligus parameter kualitas pelayanan publik.

“Disiplin ASN tidak hanya diukur dari kehadiran administratif, tetapi juga dari komitmen menjaga lingkungan kerja dan ruang publik sebagai wajah pelayanan pemerintah,” tegasnya dalam arahannya yang sarat makna strategis.

Sebagai langkah operasional, Bupati menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap tingkat partisipasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Evaluasi tersebut tidak hanya menilai kehadiran personel, tetapi juga kesiapan sarana dan prasarana pendukung kerja bakti—sebagai bentuk akuntabilitas kinerja lapangan.

“Harus ada pemetaan yang jelas terkait kesiapan masing-masing OPD. Rekapitulasi ini menjadi instrumen penting dalam sistem penilaian kedisiplinan ASN secara objektif dan terukur,” ujar Bupati di hadapan ratusan peserta apel.

Dalam pendekatan kepemimpinan yang berimbang, Bupati Robby juga memberikan apresiasi kepada mayoritas OPD yang dinilai telah menunjukkan kesadaran kolektif dan inisiatif mandiri dalam membawa perlengkapan kerja.

Hal ini dipandang sebagai sinyal positif tumbuhnya budaya kerja yang adaptif, partisipatif, dan bertanggung jawab di lingkungan birokrasi Minahasa.

Lebih dari sekadar penguatan disiplin, Pemerintah Kabupaten Minahasa di bawah kepemimpinan Dondokambey–Sarundajang kini mendorong transformasi menuju green bureaucracy—sebuah paradigma baru yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam praktik pemerintahan sehari-hari.

Bupati Robby secara tegas mengimbau ASN untuk menjadi pelopor dalam pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Ia menekankan pentingnya perubahan pola konsumsi melalui langkah sederhana namun berdampak luas, seperti penggunaan tumbler dan kantong belanja ramah lingkungan.

“Mari kita hidupkan kembali kearifan lokal. ASN harus menjadi role model—memulai dari diri sendiri sebelum menggerakkan masyarakat,” ungkapnya.

Sejalan dengan itu, Vanda Sarundajang turut memperkuat narasi kepemimpinan dengan mendorong peran ASN sebagai agen perubahan (agent of change) dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

Optimalisasi media sosial pribadi ASN dipandang sebagai instrumen strategis dalam memperluas jangkauan edukasi publik secara masif dan berkelanjutan.

Di sisi tata kelola fisik, Pemkab Minahasa juga menetapkan standar baru penataan lingkungan kantor pemerintahan.

Setiap OPD diwajibkan menghadirkan ruang kerja yang tidak hanya fungsional, tetapi juga edukatif dan representatif—melalui pemasangan media kampanye kebersihan serta revitalisasi taman kantor sebagai ruang publik mini yang nyaman dan asri.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya membangun institutional branding pemerintahan yang modern, humanis, dan berorientasi pada kualitas pelayanan.

Menutup arahannya, Bupati menegaskan bahwa gerakan menjaga kebersihan merupakan investasi jangka panjang yang melampaui kepentingan administratif semata. Ia menempatkan semangat gotong royong sebagai fondasi utama dalam membangun Minahasa yang berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan peradaban. Dari kebersihan, kita membangun masa depan Minahasa yang lestari, berdaya saing, dan bermartabat,” pungkasnya penuh penekanan. 

(T.M)