MediaTelusur.com
MINAHASA – Dalam kerangka kebijakan publik berorientasi karakter bangsa, Pemerintah Kabupaten Minahasa mengorkestrasi sebuah ritual kolektif ideologis melalui pawai bocah yang melibatkan ribuan peserta dari TK, SD, dan PAUD di Tondano Raya. Rabu (13/08/2025).
Agenda monumental ini diposisikan bukan sekadar parade seremonial, melainkan arena pedagogis strategis untuk menanamkan etos nasionalisme, memperkuat modal sosial, dan mengakselerasi revitalisasi budaya lokal di tengah penetrasi nilai global.
Dalam sambutan normatif yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Johny Tendean, Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa substansi kemerdekaan harus dimaknai sebagai proses internalisasi nilai, bukan sekadar ritualisasi simbolik.
Ia menyerukan kolaborasi keluarga dan institusi pendidikan sebagai aktor determinan dalam mencetak generasi berkarakter, disiplin, dan berdaya saing.
Momentum ini direpresentasikan sebagai instrumen rekayasa sosial (social engineering) dalam memperkuat ketahanan bangsa (nation resilience), melalui internalisasi nilai kebangsaan pada generasi emas yang modern namun berakar kuat pada identitas budaya dan cinta tanah air.
(T.M)