MINSEL, Media Telusur – Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Selatan (Minsel) tengah menjadi sorotan. Kejari ditantang untuk menunjukkan taring untuk penuntasan penanganan kasus korupsi.
Belakangan, Kejaksaan Negeri di kabupaten/kota lain yang ada di Sulawesi Utara telah menunjukkan taring dengan beberapa penetapan tersangka korupsi.
Pada Agustus 2026 Kejari Talaud melakukan penetapan tersangka kasus korupsi. Pada 2025 Kejari Manado menahan beberapa orang dalam kasus korupsi. Pada 2025 juga Kejari Minahasa Utara melakukan penetapan tersangka. Kemarin 28 Oktober 2026, Kejari Minahasa melakukan penahanan terhadap salah satu mantan Kepala Dinas.
Publik kemudian menagih semua kasus tunggakan yang telah dilakukan pemeriksaan, penyidikan, dan penggeledahan yang dilakukan oleh Kejari Minsel.
Sebelumnya, Kejari Minsel telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa petinggi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minsel, dan melakukan penggeledahan.
Kejari Minsel juga tengah melakukan pendalaman terhadap dugaan korupsi Dinas Kesehatan Kabupaten Minsel.
Kemarin Selasa (27/10/2026) Kejari Minsel kembali beraksi melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Minsel, atas dugaan penyimpangan anggaran Program Revitalisasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI di 11 sekolah.
Tapi, publik masih belum puas bila belum ada penetapan satu orang pun tersangka.
“Cuma sampe di penggeledahan tapi tidak ada penangkapan. Kalau di kabupaten lain, tidak ada penggeledahan yang diumbar di media, tapi langsung ada penahanan tersangka,” ujar Alo, salah satu warga Amurang, (29/10).
Jongki warga lain pun memberikan komentar menohok. “Sekarang ada penggeledahan, jangan-jangan besok petinggi Kejaksaan sudah olah raga bersama pimpinan daerah,” katanya, kelakar.
Hal itu dikatakannya mengingat sebelumnya saat dugaan kasus di Dinas Kesehatan Minsel tengah ditangani oleh pihak Kejaksaan, justru besoknya petinggi Kejaksaan melaksanakan kegiatan jalan sehat bersama bupati.
Belum lagi banyak tanggapan netizen lewat media sosial, yang mempertanyakan kinerja Kejari Minsel.
Untuk itu, banyak pihak berharap Kejari Minsel benar-benar profesional menjalankan tugas tanpa ada negosiasi politik. Sebab masyarakat pada umumnya sudah sangat menantikan penanganan kasus korupsi di Minahasa Selatan secara profesional.
Untuk kepentingan pemberitaan yang seimbang, wartawan media ini kemudian berupaya untuk meminta tanggapan dari pihak Kejaksaan Negeri Minsel. Namun, hingga berita ini tayang belum ada respon dari Kejari Minsel. (tl)


