
MANADO – Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (DPD PPAD) Sulawesi Utara menandai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-23 Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) dengan menggelar ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkokoh fondasi patriotisme, memperbarui ikrar pengabdian, serta meneguhkan komitmen kebangsaan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ziarah yang berlangsung dengan penuh khidmat dipimpin oleh Brigadir Jenderal TNI (Purn.) B. Jery Waleleng, S.H. Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, peletakan karangan bunga di monumen TMP Kairagi, mengheningkan cipta, serta tabur bunga di pusara para pejuang bangsa sebagai simbol penghormatan atas jasa dan pengorbanan mereka dalam merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Indonesia.
Dalam amanatnya, Brigjen TNI (Purn.) B. Jery Waleleng menegaskan bahwa ziarah rombongan merupakan manifestasi penghormatan tertinggi kepada para pahlawan bangsa sekaligus ruang refleksi spiritual dan moral bagi seluruh keluarga besar TNI Angkatan Darat.
Menurutnya, perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu merupakan fondasi kokoh yang hingga kini tetap menjadi penyangga utama tegaknya kedaulatan bangsa.
“Doa dan penghormatan yang kita panjatkan hari ini adalah bentuk penghargaan atas pengorbanan tertinggi yang telah diberikan para pahlawan. Mereka mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Warisan perjuangan itu adalah amanah yang wajib kita jaga dan teruskan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, integritas, loyalitas, serta semangat rela berkorban yang diwariskan para pahlawan tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah, melainkan harus terus hidup sebagai energi moral dalam memperkuat karakter kebangsaan dan memperkokoh ketahanan nasional di tengah berbagai dinamika zaman.
Menurutnya, tradisi ziarah memiliki makna strategis sebagai media pewarisan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus, khususnya prajurit TNI Angkatan Darat yang masih aktif mengemban tugas negara.
Keteladanan para pendahulu, katanya, harus menjadi kompas moral dalam menjalankan amanat Undang-Undang TNI dengan mengedepankan disiplin, profesionalisme, jiwa korsa, serta kesetiaan kepada bangsa dan negara.
“Jadilah prajurit yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga kokoh dalam integritas, disiplin, dan loyalitas. Keteladanan para pahlawan harus menjadi inspirasi dalam setiap pelaksanaan tugas demi kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jery Waleleng mengingatkan bahwa tugas menjaga, mempertahankan, dan melindungi rakyat merupakan amanah konstitusional yang sarat dengan risiko dan pengorbanan. Oleh sebab itu, setiap prajurit dituntut memiliki dedikasi yang tinggi, keberanian, profesionalisme, serta komitmen tanpa kompromi dalam menjaga keselamatan rakyat, mempertahankan keutuhan wilayah, dan melindungi kedaulatan NKRI dari berbagai ancaman.
Ia menegaskan, keberhasilan menjaga bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan pertahanan semata, tetapi juga oleh kokohnya karakter, moralitas, serta integritas setiap insan yang mengabdikan diri kepada negara.
Pada kesempatan tersebut, Jery Waleleng juga menyampaikan pesan mendalam mengenai makna pengabdian seorang prajurit setelah memasuki masa purnatugas. Menurutnya, status purnawirawan hanya mengakhiri masa dinas secara administratif, namun tidak pernah mengakhiri tanggung jawab moral untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Seorang purnawirawan mungkin telah mengakhiri masa dinas aktifnya, namun pengabdian kepada bangsa dan negara tidak mengenal kata pensiun. Semangat juang harus tetap menyala dalam setiap langkah kehidupan sebagai teladan bagi generasi penerus,” ungkapnya.
Melalui peringatan HUT Ke-23 ini, DPD PPAD Sulawesi Utara kembali meneguhkan komitmennya sebagai mitra strategis TNI Angkatan Darat dalam memperkuat persatuan sesama purnawirawan, meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat, serta terus berkontribusi menjaga stabilitas nasional, mempererat persaudaraan kebangsaan, dan memperkokoh ketahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Peringatan HUT Ke-23 PPAD di Sulawesi Utara juga menjadi penegasan bahwa semangat perjuangan para pahlawan tidak boleh memudar oleh perjalanan waktu. Nilai-nilai pengabdian, patriotisme, integritas, dan pengorbanan yang telah diwariskan harus terus menjadi fondasi dalam membangun Indonesia yang berdaulat, bersatu, maju, dan bermartabat.
Momentum tersebut sekaligus menjadi seruan moral bagi seluruh elemen bangsa untuk terus merawat persatuan nasional, memperkuat semangat bela negara, serta menjaga warisan perjuangan para pendiri bangsa sebagai pilar utama dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh, berdaulat, dan tetap kokoh menghadapi setiap tantangan zaman.
(T.M)


