MediaTelusur.com
MINAHASA — Dalam arsitektur kebijakan fiskal yang mengedepankan daya tahan ekonomi daerah, Pemerintah Kabupaten Minahasa mengeksekusi langkah monumental melalui konsolidasi pengendalian inflasi.
Momentum ini terkonfirmasi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah, sebuah forum strategis nasional yang menegaskan komitmen daerah terhadap stabilitas harga dan proteksi daya beli masyarakat.
Dipimpin secara virtual oleh Sekjen Kemendagri, Komjen Pol. Tomsi Tohir Balaw, Rakor tersebut menghadirkan Bupati Robby Dondokambey, S.Si, M.AP, didampingi Sekda Dr. Lynda D. Watania, M.M, M.Si, bersama jajaran TPID Kabupaten Minahasa, terpusat di Ruang Command Center Kantor Bupati Minahasa.
Hasilnya, Minahasa mencatatkan penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) signifikan sebesar -3,39 poin, sebuah indikator yang merepresentasikan keberhasilan tata kelola inflasi yang terstruktur, kolaboratif, dan berbasis data.
Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa capaian ini lahir dari sinergi lintas sektor yang solid, sebagai wujud resiliensi ekonomi lokal di tengah dinamika nasional.
“Penurunan IPH ini adalah indikator nyata efektivitas strategi pengendalian inflasi di Minahasa. Saya mengapresiasi kerja sama kolektif semua pihak yang berkomitmen menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok,” ujar Bupati RD.
Senada, Sekda Lynda D. Watania menegaskan keberlanjutan kebijakan berbasis empat pilar fundamental: ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi publik konstruktif, sebagai instrumen pengendalian inflasi yang adaptif.
Melalui konsolidasi strategis ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa meneguhkan posisinya sebagai entitas pemerintahan proaktif dan resilien dalam mengawal stabilitas ekonomi daerah, sejalan dengan arah kebijakan nasional.
(T.M)