Keberagaman sebagai Arsitektur Negara: Minahasa Tampilkan Wajah Kebangsaan yang Bertumbuh

Berita Minahasa

MediaTelusur.com

MINAHASA — Dalam denyut transendental birokrasi yang berpijak pada nilai dan bernafaskan iman, Pemerintah Kabupaten Minahasa menyelenggarakan Ibadah Oikumene Bulan Agustus sebagai bentuk konsolidasi spiritual dalam menyambut 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bertempat di Wale Ne Tou Minahasa, momentum ini menjadi perjumpaan strategis antara kekuasaan yang melayani dan iman yang memanusiakan. Kamis (7/8/2025).

Dipimpin oleh Gembala Tedius K. Batasina, S.Th., dan dihadiri penuh oleh Bupati Robby Dondokambey, S.Si., MAP, unsur Forkopimda, dan jajaran ASN, ibadah ini dikukuhkan sebagai forum kejiwaan publik — ruang untuk mengafirmasi bahwa keberhasilan pemerintahan tidak hanya bermuara pada indikator kinerja, tetapi juga restu ilahi dan kejujuran nurani.

Dalam orasi ideologisnya, Bupati RD menyatakan bahwa keberagaman bukan sekadar fakta sosial, melainkan arsitektur kebangsaan yang memperkokoh daya tahan Minahasa sebagai rumah bersama.

Ibadah lintas denominasi ini menjadi bukti bahwa pemerintahan yang sehat harus mampu menyatukan iman dan integritas dalam satu denyut pelayanan.

Seruan Bupati agar semangat kemerdekaan tidak membatu menjadi slogan administratif, melainkan hidup dalam setiap kebijakan dan pelayanan publik, menjadi penegasan bahwa kemerdekaan sejati adalah ketika aparatur berani jujur, melayani dengan hati, dan bertindak dengan nilai.

Pelantikan pengurus BKSAUA dan LPPD Minahasa disematkan sebagai penanda hadirnya organ-organ spiritual pemerintahan, yang akan menyulam benang kasih dan keadaban di tengah dinamika sosial.

Di sisi lain, instruksi kepada perangkat daerah agar responsif terhadap BPK mempertegas bahwa akuntabilitas fiskal adalah ekspresi iman yang dibumikan dalam tubuh administrasi.

Menutup agenda sakral ini, Bupati RD menyebut Ibadah Oikumene sebagai mimbar peradaban, tempat di mana birokrasi berhenti sejenak dari kalkulasi, dan mulai bicara dalam bahasa nurani.

Sebuah pernyataan simbolik bahwa Minahasa tidak hanya sedang membangun fisik, tapi juga menata langit nilai dalam rumah pemerintahannya.

#J.R