
KAKAS — Pemerintah Kabupaten Minahasa memperkuat arsitektur pembinaan generasi muda melalui penguatan karakter, mental, spiritualitas dan nilai-nilai kerukunan sejak bangku sekolah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Bina Rohani Siswa yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Minahasa di SMP Negeri 1 Kakas, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Pembinaan Akhlak dan Mental Membangun Karakter dan Spiritual” tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM., M.Si.
Kehadiran Sekda Lynda sekaligus membuka ruang penguatan sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, FKUB, aparat keamanan dan satuan pendidikan dalam membangun fondasi karakter generasi muda.

Bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa, pembinaan generasi tidak semata ditempatkan sebagai agenda pendidikan formal, tetapi menjadi bagian dari investasi sosial jangka panjang untuk membentuk sumber daya manusia yang memiliki integritas, daya saing, kepedulian sosial serta kemampuan hidup dalam keberagaman.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Lynda Watania turut memberikan materi mengenai peran generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Di hadapan para siswa, Lynda menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset bangsa sekaligus calon pemimpin masa depan. Karena itu, setiap sikap, keputusan dan aktivitas yang dilakukan generasi muda saat ini akan ikut menentukan wajah bangsa pada masa mendatang.
“Generasi muda adalah aset bangsa dan calon pemimpin masa depan. Apa yang kalian lakukan hari ini akan membentuk Indonesia esok,” ujar Lynda.
Pesan tersebut menempatkan lingkungan sekolah bukan hanya sebagai ruang transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang strategis pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi.
Menurut Lynda, masa sekolah merupakan fase penting dalam membentuk karakter dan kepribadian. Kecerdasan akademik harus berjalan beriringan dengan integritas, kreativitas, inovasi, kedisiplinan, kepedulian sosial dan kemampuan membangun hubungan yang positif dengan sesama.
Karena itu, para siswa didorong untuk terus belajar, mengembangkan potensi dan berani melahirkan gagasan-gagasan positif yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Lynda juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi di tengah keberagaman.
Menurutnya, generasi muda harus mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan sosial, bukan sebagai sumber perpecahan.
“Jadilah generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan, masyarakat dan bangsa. Perbedaan bukan menjadi penghalang untuk hidup bersama, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun persatuan,” pesan Lynda.
Pesan tersebut sejalan dengan substansi kegiatan Bina Rohani Siswa yang menempatkan pembinaan akhlak, mental dan spiritual sebagai bagian penting dalam membangun generasi yang mampu hidup berdampingan secara harmonis.

Dalam perspektif pemerintahan daerah, penguatan nilai kerukunan sejak usia sekolah merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan sosial masyarakat. Generasi yang memiliki karakter kuat dan mampu menghormati perbedaan diharapkan menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas sosial dan kehidupan bermasyarakat di Minahasa.
Kegiatan yang digagas FKUB Minahasa tersebut menjadi ruang perjumpaan antara nilai keagamaan, pendidikan karakter dan pembentukan kesadaran kebangsaan.
Pembinaan tidak hanya diarahkan agar siswa memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga memiliki akhlak, mental, spiritualitas, kepedulian sosial serta kesadaran untuk menghargai keberagaman.
Di titik inilah, kolaborasi pemerintah daerah, FKUB, sekolah dan unsur keamanan memiliki arti strategis. Pembinaan generasi membutuhkan ekosistem yang saling menopang sehingga pendidikan karakter tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan adanya orkestrasi lintas sektor dalam memperkuat agenda pembinaan generasi muda.
Pemerintah daerah, organisasi keagamaan, institusi pendidikan dan aparat keamanan memiliki ruang kontribusi masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.
Bina Rohani Siswa pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda pembinaan sesaat. Kegiatan tersebut membawa pesan lebih luas tentang pentingnya menanam fondasi karakter sejak dini sebagai bagian dari pembangunan manusia.
Generasi muda yang dibekali akhlak, mental, spiritualitas, toleransi dan kepedulian sosial diharapkan mampu tumbuh menjadi warga negara yang produktif sekaligus memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
Bagi Minahasa, pembangunan manusia dengan karakter kuat menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan daerah.
Dengan demikian, investasi terbesar pemerintahan bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun manusia yang kelak menjadi penggerak pembangunan itu sendiri.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Minahasa bersama FKUB mempertegas bahwa pembangunan karakter merupakan bagian dari tata kelola pembangunan manusia—sebuah ikhtiar untuk memastikan generasi yang tumbuh hari ini memiliki kapasitas, integritas dan kesadaran kebangsaan untuk mengisi masa depan.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus FKUB Kabupaten Minahasa, Kepala SMP Negeri 1 Kakas Junne S. Mangente, S.Pd., Kasat Binmas Polres Minahasa IPTU Aris Sukisman, Kapolsek Kakas IPTU Daniel Pangau, Kabag Perencanaan dan Keuangan Jeklyn Rumbayan, S.Kom., Kabid KESBAK Kesbangpol Bryan Mambu, S.Sos., MAP, Kabid Kewaspadaan Daerah Selvana Luntas, S.IP., para guru serta siswa-siswi SMP Negeri 1 Kakas.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi karakter, kohesi sosial dan budaya kerukunan sejak lingkungan pendidikan, sekaligus menegaskan bahwa membangun masa depan Minahasa berarti mempersiapkan generasinya sejak hari ini.
(T.M)


