Sulut Bangkit Terstruktur: Satu Tahun Orkestrasi Strategis YSK–Victory

HOME

MANADO — Satu tahun kepemimpinan Gubernur YSK bersama Wakil Gubernur Victory di Sulawesi Utara menjadi fase konsolidasi strategis yang menegaskan arah pembangunan daerah dalam satu komando yang solid, progresif, dan berorientasi hasil.

Pemerintah Provinsi bergerak simultan: menuntaskan regulasi fundamental, memperluas keadilan layanan dasar, mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, hingga membuka gerbang investasi global.

 

Tonggak utama ditandai dengan penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang sempat stagnan tujuh tahun. Finalisasi RTRW menjadi grand design geopolitik pembangunan—memberikan kepastian hukum investasi, harmonisasi lintas sektor, serta kendali terukur atas pemanfaatan ruang. Sulut kini memiliki peta jalan strategis yang terkonsolidasi dan berdaulat.

Di sektor layanan dasar, listrik 24 jam hadir di tujuh pulau pada wilayah Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Kepulauan Talaud, dan Minahasa Utara. Kebijakan ini menjadi simbol afirmasi negara di beranda terluar, memperkuat integrasi wilayah sekaligus mendorong akselerasi ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik.

Secara makro, pertumbuhan ekonomi 5,66% berjalan seiring kenaikan UMP 6,01% menjadi Rp4.002.630—menegaskan stabilitas yang inklusif. Pemerintah menjaga keseimbangan antara ekspansi ekonomi dan perlindungan daya beli, memastikan sirkulasi ekonomi domestik tetap kuat dan kondusif bagi dunia usaha.

Transformasi SDM diperkuat melalui pembukaan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian di Universitas Negeri Manado. Langkah ini menjadi investasi jangka panjang dalam kemandirian tenaga medis dan penguatan ketahanan pangan berbasis riset—mewujudkan pembangunan fisik yang selaras dengan pembangunan intelektual.

Pada ranah diplomasi ekonomi, kerja sama investasi dengan INA Grup Jepang menempatkan Sulut dalam orbit percaturan global. Dengan regulasi yang semakin solid, Sulut diproyeksikan sebagai hub investasi kawasan timur Indonesia—mencerminkan kepemimpinan yang adaptif dan visioner.

Dimensi kebangsaan turut diperkuat melalui Kejurnas Panahan Piala Gubernur 2026 tanpa biaya pendaftaran dan peringatan Peristiwa Merah Putih perdana di Lapangan KONI Sario—ruang publik dijadikan panggung konsolidasi nasionalisme dan persatuan.

Di sisi tata kelola, Akreditasi A dari BPK RI untuk bidang Diklat Pemeriksaan menegaskan standar akuntabilitas tinggi. Sementara respons cepat terhadap bencana di wilayah Kepulauan Siau Tagulandang Biaro mencerminkan kepemimpinan yang hadir, sigap, dan terintegrasi.

Satu tahun YSK–Victory adalah fase fondasi yang kokoh. Dari penataan ruang hingga diplomasi global, dari elektrifikasi kepulauan hingga reformasi SDM, Sulawesi Utara menapaki jalur transformasi dengan stabilitas yang terjaga dan ekspansi yang terukur—menuju provinsi yang kompetitif, inklusif, dan berdaya saing global.

*Jesky_P