“RDTR dan Simfoni Pembangunan: Menata Bumi, Merawat Nilai”

Berita Minahasa

MediaTelusur.com

Dalam arus deras pembangunan yang terus mengguncang lanskap kebijakan, Pemerintah Kabupaten Minahasa kembali menyalakan obor perencanaan berkelanjutan lewat FGD Kedua penyusunan RDTR Perkotaan Tateli Koridor Pineleng–Sawangan.

Lebih dari sekadar peta teknokratik, RDTR ini digagas sebagai mantra spasial yang mengikat antara logika pembangunan dan napas kebudayaan.

Gelaran yang dilangsungkan di Hotel Roger’s Manado, Senin (04/08/2025). Dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, menegaskan RDTR sebagai kompas pembangunan beretika, menjamin ruang-ruang Minahasa tumbuh dalam arah yang jelas dan bernilai.

Dokumen ini menjadi cetak biru peradaban, bukan sekadar garis di atas peta, melainkan tafsir ruang yang terukur, berjiwa, dan bernarasi.

Paparan teknis dari pihak konsultan dan kehadiran lintas pimpinan daerah mengukuhkan bahwa tata ruang bukanlah kerja satu arah.

Melainkan orkestra kolaboratif demi merancang masa depan Minahasa yang bersih, terarah, dan berdaya saing.

(T.M)